Aku Sayang Saudaraku

Wahhhhh, gak terasa sudah hampir 1 tahun adikku bekerja untuk kehidupannya, bekerja memperjuangkan dan merangkai masa depannya. perasaan baru kemarin ia sekolah dan lulus cari-cari pekerjaan kemudian dapat kerja, terus belajar naik motor sampai berbulan-bulan untuk sarana transportasinya. wahhh waktu berjalan cepat ya, tak terasa sudah sekian lama waktu berjalan serasa baru kemarin kita rasakan, jadi keinget kisah pertama kali adik saya belajar naik motor nyetir sendiri nih hahahahaha, saya tulis ahhh mumpung inget hehehe.

Sebelumnya saya perkenalkan diri saya ya, saya Eko laki laki paruh baya yang tinggal dikeluarga sederhana di ibu kota. bapakku saya seorang pekerja keras yang bekerja sebagai tukang bangunan untuk menghidupi keluarganya. saya pernah merasakan bekerja seperTI bapakku untuk memenuhi biaya kuliah yang terbilang murah meriah tapi untuk mendapatkanya mesti kerja keras dulu🙂. keringat bercucuran saya rasakan betapa besarnya usaha dan kerja keras seorang bapak dengan 3 orang anak, sampai saya berfikir dan menancapkan dalam hati kedepan harus suksess untuk keluargaku. Saya juga memiliki 2 saudara kandung yang 1 Perempuan yang bernama Asih yang saat ini sudah berumur 22 tahun dan yang satu laki-laki yang bernama Rohim yang saat ini berusia 14 tahun. keluarga sederhana yang bahagia hehehe, walau kadang saya kesal karena terkadang banyak orang yang memandang remeh keluarga sederhana ini, tapi saya hadapi dengan senyuman saja <— smiley.

Nah ada kisah menarik yang bisa saya ceritakan disini nich, semenjak adik saya menyelesaikan Sekolah Menengah Atasnya ia belum bisa meneruskan bangku kuliah karena keterbatasan dana dan biaya, sehingga mengharuskan ia mencari cari  kerja dulu guna memenuhi biaya kuliahnya nanti yang sangat dambakan. kesulitan mencari pekerjaan juga ia rasakan, sampai jadi counter sales yang harus berdiri selama 8 jam juga pernah di rasakannya walau cuma sebentar <– merengekk gak kuat. sampai ia bekerja di perusahan sederhana dengan gaji yang sederhana juga  ( alhamdulillah ). nah semenjak ia bekerja sampai saat ini sudah hampir 1 tahun loch cukup lama. kisah ini dimulai saat ia mesti belajar naik motor untuk sarana transportasinya ke kantor, bayangkan betapa sabarnya saya harus menunggu 2 bulan untuk ia berani membawa sepeda motornya sendiri ke jalan raya wahahaha <— ketawa sambil manyun. nabrak, jatoh, ditabrak udah pernah dirasakan waktu belajar. sampai suatu hari ia akhirnya memberanikan diri untuk membawa dan mencoba menjajal motor itu bersama saya dengan adik saya si Rohim.

goyang kanan ngikkkkkk goyang kiri ngoookkkkk, mau nabrak kanan jreeegggg mau nabrak kiri jroooggggg 😦 dia yang bawa saya yang ketakutan sendiri *hehehehe adik saya yang kecil Si Rohim cuma ketawa-tawa aja dia gak tau apa ini masalah hidup mati (sayakan belum nikah). ada mobil truk jalan di sebelah kanan dengan kecepatan wushhhhhhhwwaaaaaaaaa teriakku udah dech Sih kita pulang aja, serem amat bawanya “. pelan-pelan tapi pasti berjalan menuju tujuan dengan selamat walau bikin jantung dek dek’an hehehehe. takut, serem, lega dan rasa senang bercampur menjadi satu karena akhirnya saya berakhir menjadi guru yang sukses mengajarkan anak muridnya <– bangga. waktu yang lama, pengalaman yang buanyak membawa pada hasil pasti dimana si Asih Akhirnya bisa membawa sepeda motor di jalan raya🙂.

  

yang lebih seru adalah kami naik motor bertiga loch, Saya, Asih dan Rohim. 3 bersaudara yang belajar naik motor hahahahaha. tujuan kami adalah wali kota jakarta timur yang merupakan tempat sejuk dipagi hari. sampai ditujuan kami makan bubur melepas rasa lapar untuk sarapan pagi, pengalaman naik motor ini menjadi pengalaman pertama yang berkesan untuk saya dan saudara saudara saya, si Asih dan Rohim. Saya Berharap kedepan kita bisa menjadi saudara yang akur dan mampu membahagiakan keluarga saya di kemudian hari hehehehe. Lebih dari itu semua saya menyadari saya menyayangi saudara saudara saya , berharap mereka bisa menjadi orang besar yang dapat membanggakan keluarga.

walaupun bagi saya mereka semua sudah menjadi kebanggaan, Si Asih dengan usaha kerasnya berhasil menjalani hidupnya bekerja dan akhirnya kuliah di Bina Sarana Informatika yang juga dulu tempat saya Kuliah🙂. Murah Meriah dalam kuliah bukan suatu keinginan tapi pilihan yang harus kami terima karena kami hanya keluarga sederhana, tapi saya bangga. Bangga akan almamater saya yang mungkin sebagian orang meremehkannya, saya bangga karena disanalah saya menggapai DIII saya disanalah saya akan raih S1 saya dan disana juga pintu gerbang ilmu pengetahuan yang saya terima. Saya Juga bangga Kepada Bapak yang bekerja dengan keras untuk keluarga kami, saya berharap kelah di masa tuanya saya bisa memberikan hal terbaik untuk Bapak, Ibu, dan adik-adik ku karena AKU SAYANG SAUDARAKU dan lebih dari itu semua AKU SAYANG KELUARGAKU.

wahhhh kata kata singkat yang acak acakan ini saya harap bisa terus mengingatkan saya untuk terus bersemangat dalam kehidupan. dan terus maju demi kebahagiaan keluargaku yang merupakan bagian terdekat ku setelah Allah SWT dan Rasullnya🙂. semangat ekooooooo jiayooooooo \(^o^)/.

***

Tulisan ini diikutkan pada GIVEAWAY :  Aku Sayang Saudaraku yang diselenggarakan oleh Susindra.

*****

_______________________________________________________________________________

Simak Juga Artikel Menarik lainnya nich Chingu :

–          Ost. City Hunter – Cupid – Girl’s Day ( Lyric )

–          Usaha dan Kerja Keras

–          Saya Bukan Blogger Semusim

_______________________________________________________________________________

27 thoughts on “Aku Sayang Saudaraku

        • fufufufufu entahlah bang ( setidak-nya dia memang ada ) seperti si hijau merah dan hitam yang ada di falzart plain ( apakah hanya ada di dunia perbloggingan ) mungkin sebagai teman sejati yang selalu ada kapanpun dimanapun saya membutuhkannya hehee

          tapi belum tau dia itu versi baik atau jahatnya🙂

          ( aduh kok kuping saya pengang ya /(>.<") *sahabat khayalan <– ngerasa lagi diomongin )

          • Kalau si Merah itu tercipta sejak saya umur 3 tahun, si Hitam tercipta waktu adik pertama saya, si Jombreng lahir, si Hijau lahir waktu pertama kali saya fall in love. Mereka nyata.🙂

              • wauuuu jadi tak lahir bersamaan ya -wuhhhh
                hijau – hey hitam sedang apa kau, ayo jangan malas malasan.
                hitam – beraninya kau mengaturku, hormati kakakmu mu ini
                merah – sudah sudah sudah jangan bertengkar saja aku yang paling tua disini “semua diam”

                <— ngarang bebas hehehee
                saya masih belum bisa mengenal sosok merah hitam dan hijau bang meski sudah dikatakan jelas, merah : emosi, hitam : gengsi, hijau : semangat <— kalau saya tidak salah tanggap di tulisan ini🙂

                ceritakan dengan mereka dunk bang, seperti apa bagaimana dan bagaimana ia terlahir pasti jadi cerita yang seru🙂

  1. ngeneeek ngooooooooooook. . .

    bangga mempunyai keluarga yang bahagis seperti keluarga kak ekoooo. . .😉
    ikut meramaikan GA juga ni kak. . .

    suksees yaaaaaa?🙂

    • waduhhh jadi pengen cepet cepeti menikah nich biar cepet punya cucu dan rame di rumah hehehehe

      mbak mila bisa saja – rumahnya kecil orangnya buanyak makanya rameee hehehehe d(^o^”)

    • jiahhhhh tak apa tak apa tak apa mbak una hehehehe – sudah sudah jangan bersedih <– loch

      iya gpp mbak nanti tak coba cari cari udek udek simbah awas kalo gak ketemu d(^o^")
      terima kasih mbak una🙂

  2. Ping-balik: Ost. City Hunter – Suddenly – Kim Bo Kyung ( Lyric ) | ekoeriyanah

  3. Ping-balik: Resah Dan Gelisah | ekoeriyanah

  4. Salam kenal, pak Eko…
    Waaah.. ceritanya seru sekali. Saya sampai ikut2an tertawa membacanya. Jelas di imaginasi saya bagaimana Asih mengendarai motor sementara yang membonceng pasti merasa nyawanya diujung setir. Alhamdulillah semua berjalan baik, ya. Saya tinggal di kota kecil tetapi banyak kontiner lewat dan saat berpapasan saya pasti ngeri juga.

    Terima kasih untuk cerita indahnya. Mungkin bagi orang lain keluarga pak Eko sederhana, tetapi sebenarnya LUAR BIASA.

    Salam hangat dari Jepara,
    Susindra

  5. Ping-balik: Tentang Dia Dia Dan Dia | ekoeriyanah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s