Tujuan Dan Waktu

Akhir Pekan ini dapat kesempatan untuk pulang lebih awal nich, sehingga saya dapat merasakan hari sore dirumah. Kesempatan yang sudah cukup jarang saya dapatkan dengan segala rutinitas harian yang saya jalani, Nah ada hal menarik yang saya alami di hari ini. Karena pulang kerumah sampai di sore hari maka saya dapat kembali merasakan menunggu Azan untuk menunaikan ibadah shalat Magrib berjamaah Di Masjid Dekat Rumah. Kebetulan jarak antara Masjid dengan Rumah saya tidak terlalu jauh namun juga tidak terlalu dekat, di pisahkan dengan Lapangan Sepak Bola dimana biasa saya lewati dengan jalan tanah dan sebagian diantaranya masih tumbuh rumput dan pepohonan liar.

Perjalanan ke Masjid untuk menunaikan Ibadah Shalat Berjamaah Saya menemukan Objek yang menyita perhatian ialah Pohon Cabai yang tumbuh subur dengan Banyaknya Cabai yang sudah siap untuk di petik, loch loch loch rasa-rasanya entah sejak kapan tumbuhan ini muncul dan berkembang sampai bisa menghasilkan buah cabai yang begitu banyak ya. mungkin terlihat tak ada yang aneh ya, tapi kok rasanya aneh ya baiklah ada sesorang yang sengaja menanamnya di lapangan tersebut atau ada orang gak sengaja makan gorengan trus buang cabainya yang telah ia makan dan menyisakan biji hingga tumbuh dan berkembang sampai saat ini <— kepikiran dalam khayalan.

ini sangat menarik terlepas dari bagaimana tumbuhan itu datang, ada hal yang saya coba renungi nich, bagaimana sebuah pohon bisa tumbuh dalam kehidupan ini adakah tujuan yang hendak mereka cari dalam kehidupannya. Dari biji, Muncul Tunas, Kemudian menjadi tumbuhan kecil, Tumbuh lebih besar menjadi Sedang hingga menjadi Besar dan menghasilkan Buah serupa. Proses itu apakah bisa dibilang suatu tujuan hidup yang telah dituliskan untuknya, berusaha untuk tumbuh  tanpa lelah dan tak kenal waktu dalam kebosanan berharap bisa berkembang dan berproduksi untuk kemaslahatan kehidupan manusia dan bisa meninggalkan keturunan lainnya yang nantinya akan meneruskan perjalanan yang sama sepertinya. Itukah Tujuan Hidup, Makhluk Allah SWT yang satu ini.

Kemudian Bagaimana dengan manusia, kita juga mahkluk yang sama adakah memiliki tujuan yang sama, lahir tumbuh berkembang belajar berusaha beribadah dan menikah kemudian melahirkan Anak yang kelak diharapkan bisa melanjutkan perjalanan hidup yang sama di masa yang akan datang. Itukah Tujuan Hidup Manusia, Yup menikmati hidup dengan kesederhanaan. Berbeda dengan Tumbuhan yang hanya memiliki tujuan alami yang demikian, Manusia memiliki Akal Pikiran Dan Perasaan yang diberi keistimewaan untuk memilih jalan tujuannya sendiri, Mau bagaimana dan seperti apa kehidupannya maka ia bisa memilihnya dan mampu berlaku sesuai dengan apa yang ia kehendaki. tidak seperti Tumbuhan / Pohon yang hanya mengikuti suratan jalan hidup untuk dia, hanya tumbuh dan tumbuh, apakah mereka tidak bosan dengan rutinitas hariannya yang mungkin lebih baku dari kita. kita masih jalan jalan disaat suntuk masih bisa makan disaat lapar masih bisa melakukan hal lain disaat kita bosan, lah pohon kan gak bisa begitu, hanya diam disana menunggu alur hidup yang sudah dituliskan untuknya kalau memang ditebang hari ini yang diterima, kalau mememang dapat hujan hari ini alhamdulillah, kalau memang dimakan tikus hari ini tidak apa-apa, kalau memang dipipisin kucing juga monggo silahkan <– hahaha patut dicontoh. Terlihat sederhana tapi mempunyai makna sok monggo Belajar dari Pohon.

Nah Kemudian hal lainnya yang terfikirkan ialah ternyata sudah lama waktu berjalan hingga pohon cabai tersebut bisa tumbuh demikian besar dan menghasilkan banyak cabai, rasa-rasanya beberapa waktu yang lalu masih berupa semak belukar disana. Itu juga berlaku untuk tumbuhan yang ada di depan rumah saya yakni pohon cincau yang saat ini ternyata sudah mencapai tinggi laintai 2 loch loch padahal dulu nanamnya cuma ditancep saja tak terasa sudah hampir 15 tahun dia hidup dan berkembang. mungkin dengan tujuan yang sama dengan Pohon Cabai Tersebut, pohon Cincau yang tumbuh hanya di himpitan tembok itu sudah berkali kali diambilin daunnya untuk dibuat es <— sampai bisa dapat 1 karung besar. Saya berfikir karena waktu yang terlalu cepat atau memang ia sudah bertahan lama ya, karena perasaan saya itu pohon cincau belum lama di tanam <– padahal sudah 15 tahun.

  

Tujuan Dan Waktu adalah hal yang tidak terpisahkan sepertinya, apa yang menjadi tujuanmu maka ia akan tumbuh dan berkembang dengan waktu. Resah karena tujuan dan harapan yang kita inginkan belum tercapai, mungkin karena memang belum waktunya ia tercapai. seperti ulat yang membutuhkan waktu untuk menjadi kupu kupu, ada waktu dimana dia makan dan hidup sebagai ulat seiring berjalannya waktu ia bermetamorfosis menjadi seekor kupu kupu cantik karena memang sudah waktunya ia menjadi kupu kupu. akankan itu berlaku untuk kehidupan kita di dunia, ya tujuan alamiah kita memang sudah pasti berjalan seperti itu Lahir, tumbuh, dewasa, beribadah, berkembang biak, dan mati <— cepat atau lambat waktu akan menjalankannya seperti itu.

Waktu yang akan membawamu dalam tujuanmu selama kau berjalan sesuai dengan tujuanmu, seperti pohon yang hanya melakukan tujuan alaminya hingga cepat atau lambat waktu membawanya seperti tujuannya. Untuk kita yang diberi keistimewaan untuk memilih tujuan hidup, tetapkanlah tujuanmu kemudian berusahalah untuk tidak keluar dari jalur itu sehingga waktu yang akan membawamu bertemu dengan Tujuanmu. Percayalah.

Pulang Dari Shalat Di Masjid, sudah Malam dan Gelap ku tidak bisa lagi melihat Pohon itu dalam kegelapan, sampai akhirnya ku jadikan pelajar apa yang sudah ku lihat hari ini dari sebuah Pohon Cabai liar🙂. Dan Sayapun Tersenyum akan bayangan tujuan hidup yang saya miliki.

***

_______________________________________________________________________________

Simak Juga Artikel Menarik lainnya nich Chingu :

–          Ost. City Hunter – I Love You, I Want You, I Need You – Apple Mango ( Lyric )

–          Tentang Dia Dia Dan Dia

–          Resah Dan Gelisah

_______________________________________________________________________________

18 thoughts on “Tujuan Dan Waktu

    • yupppp harus belajar dari bang marczumi nich hehehehe

      semangattt terusss dan tetep positif thinking dalam impian🙂
      terima kasih bang hehehehe d(^o^”)

  1. Berterima kasih pada pohon cabe sama cincau. Berkat mereka, Bang Eko bisa dapat ide untuk menulis😀
    Btw, saya baru tahu rupa pohon cincau tuh begitu yaaa hehehe😀

    • hahahhahaha terima kasih pohon cabee terima kasih pohon cincau – jasamu tak terlupakan hehehe

      jiahhhhh itu pohon kayaknya uda ketuaan bang hahahahaha🙂

  2. Ping-balik: Ost. Dream High 2 – Romeo And Juliet – Rian ( Jiyeon ) & Yoojin Cover ( Duet Alex & Shin Ae + Clazziquai ) ( Lyric ) | ekoeriyanah

  3. saya lagi ngebayangin pohon cabe yang bisa jalan-jalan…
    mungkin dia bakal nyamperin pedagang gorengan, duduk manis disana sambil dengan suka rela membiarkan orang-orang memetik cabenya

    wah2, dahsyat. ini seperti orang yang beramal karena keimanan…senantiasa bermanfaat bagi orang lain

    • wahahahahaha sayang sekali tumbungan gak bisa berjalan, saya juga lagi membayangkan bagaimana bosannya tu pohon yang setiap harinya hanya berada ditempat yang sama hehehe

  4. renungan hidup yang menakjubkan mas eko… walau diambil dari perumpamaan lingkungan yang kelihatan remeh-temeh. sip. selamat berkarya. salam hangat dari kesayupan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s