Lalapan Api

Ada yang pernah makan lalapan gak ?, itu loch yang isinya sayur-sayuran yang cara makannya cukup dicocol pake sambil #makyussss ^ ^. Biasanya teman setia untuk panganan pecel ayam atau lele di pinggir jalan #ajibbbb. Nah kebetulan hari ini saya gak mau membahas lalapan nich. Tapi mau ngebahas hal yang baru saja saya lihat dan amati ^ ^.

ilustrasi

Dini Hari tadi lebih tepatnya jam 3 pagi seisi rumah ribut  tak saya pahami, lah wong saya lagi mimpi kok tiba tiba grasak grusuk, bunyi tiang listring dipukuli dan teriakan orang orang mengiangi telinga ini, hingga akhirnya ku biarkan mimpiku pergi #lebayyyyy. Setengah sadar bapak saya membangunkan untuk siap siap lantaran belakang rumah saya rumahnya sedang dilalap Api. Genteng diijaki, kedubrak kedubruk suara langkah kaki akhirnya saya jadi bener bener membangungkan diri. Melihat bapak yang sampe naik naik ke atas genteng saya ikut juga dah hehehe.

Alhamdulilah sebelum rumah tersebut ada tanah kosong yang membatasi rumah saya, dan angin malampun tak datang ke arah rumah saya sehingga rumah saya selamat dari lalapan api tersebut, huru hara orang orang teriak membangunkan setiap orang membantu menyiram hingga timpuk menimpuki untuk membasmi kobaran api yang tiada henti mengingatkanku kisah lalu yang pernah aku alami wohhhhh.

ilustrasi

Sudah hampir 15 tahun berlalu sebuah kisah lalapan api yang pernah melahap rumah kecil mungil yang saya tinggali. Dengan bekal sebuah rumah semi permanen dengan setengah tembok dan setengah lagi bilahan rakitan bambu di lahap oleh ganasnya si jago merah tersebut. Membawa luka yang tak kunjung hilang yang di alami oleh mama saya. Dari kaki tangan penuh dengan bekas luka bakar yang terus ada hingga trauma dengan api yang sering membuat mama saya sering pingsan melihat besarnya kobaran api.

Tinggal tanpa rumah selama 3 bulan, sekolah tanpa seragam, bermain dengan pakaian lusuh yang hanya itu itu saja haduhhhh benar benar sebuah cerita masa lalu yang tak akan bisa pergi. Lalapan api apakah itu Ujian atau Teguran itu lah yang pernah menjadi sebuah pertanyaan yang hinggap dalam keluarga kami. Teguran untuk seorang Bapak untuk tidak berbicara buruk karena karena apa yang ia ucapkan akan terjadi. Ujian untuk keluarga agar tegar dalam menjalani kisah sedih ini. Dan Hikmah darinya karena tanpanya ku-tak-kan punya rumah kecil yang berdiri indah lantarah sebuah Lalapan API.

Yah rumah yang dulu pergi kini berganti rumah baru yang lebih berarti untuk keluarga kami. Tak pernah lagi kami peduli apa apa yang telah terjadi. Kini kami mendapat hikmah yang tak tertandingi. Bapak telah Belajar menjaga perkataan kepada seorang istri, Kami mampu mejalani pahit nya jalan kehidupan hinggak hikmah dari itu semua.

Untuk semua teman teman, cobalah untuk tidak ceroboh dalam setiap tingkah dan prilaku serta gaya hidup kita agar terhindar dari si merah yang pemberani tersebut. Musibah memang tak pernah tau kapan datang dan kapan pergi tapi kita sebagai manusia mampu membentengi diri dengan segala kewaspadaan dan kehati-hatian dalam hidup ini.

Jangan Sampai hal kecil yang tidak kita sadari mampu memberikan petaka hingga membuat marahnya di jago merah dalam sebuah nama LALAPAN API.

Jakarta 6 juli 2012

_______________________________________________________________________________

Simak Juga Artikel Menarik lainnya nich Kawan :D :

–          Kontemplasi

–          Diri Sendiri itu ?

–          Ngerasa Sibuk

_______________________________________________________________________________

4 thoughts on “Lalapan Api

  1. wakak saya juga awalnya ngira soal makanan. waduh kasian juga mamanya sampai trauma..😦
    di deket rumah saya juga pernah terjadi insiden yang berhubungan dengan api. tapi lebih ngeri lagi. ada anak remaja tanggung yang membakar sebuah rental PS beserta orang2 didalamnya. beritanya pernah ada di tv. salah satu korban yang meninggal itu temen SD saya pulak..😕

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s