Anak-Ku

Seusai liburan Family Day Kemarin, saya melihat indahnya menjadi seorang ayah dan senangnya memiliki seorang anak yang sangat lucu ^ ^. Walau saya belum tahu bagaimana rasanya menjadi seorang ayah, saya ingin mencoba merasakannya dipagi ini sambil membuat memori memori agar memiliki bayangan untuk dapat menjadi ayah yang terbaik di dunia hehehe n_n.

~ *** ~

Dalam renungan malam aku melihat bayanganmu, dalam sepinya malam aku menginginkanmu, dalam detik detik jam yang berdetik dimalam itu, aku menunggumu dengan rasa cemas dan harapan yang sangat besar. Tak tahu berapa ribu kali jantung ini berdegup keras dan cepat hanya untuk menunggumu, mengkhawatirkanmu, berdoa untukmu dalam setiap degup itu agar kau datang dengan semua kebaikan untukku. Wahai Anak-Ku.

Teriakan ibumu teringiang di hadapanku, harapan ibumu untuk memperjuangkan kehidupanmu dengan mempertaruhkan nyawanya untukmu, hanya untukmu Anak-Ku. Aku tak tahu berapa banyak darah yang kulihat bersama ibumu, aku sungguh-sungguh mengkhawatirkan kalian malam itu. Andai aku ada diposisi itu aku tak tahu bagaimana aku mampu melakukan itu, tapi Ibu-mu melakukannya dengan segala asa dan kuasanya hanya untuk mu Anak-Ku.

Hingga detik detik itu akhirnya kami mendengar suara tangismu yang merdu, menangis hati ini sambil ku teteskan air mata untuk yang pertama kalinya dalam hidupku. Aku melihat darah dagingku buah cintaku dengan Ibu-Mu lahir dan ada dihadapanku, Anak-Ku. Untuk Pertama Kalinya aku melihat haru bahagia dari Ibu-Mu meski lelah dan nyawanya baru saja di pertaruhkan malam itu ia menggendongmu dan kebahagiaan itu datang dari mu Anak-Ku.

Suster itu meminta mu yang sedang dalam rangkulan Ibu-Mu untuk membersihkanmu, tapi aku meminta waktu sebentar untukmu, agar aku dapat melantunkan Azan di telinga kananmu dan iqomah di telinga kirimu dengan harapan kau akan menjadi Anak yang sholeh, taat kepada Allah SWT, Mencintai Nabi Muhammad SAW dan berbakti kepada kami Ibu Bapakmu. Aku berdoa dalam setiap lantunan itu untukmu. Hingga akhirnya suster itu mengambilmu untuk membersihkan dirimu dalam hangatnya air itu. Dalam waktu itu pula ibumu berkata padaku, bahwa ia sangat bahagia karena kedatanganmu Anak-Ku.

Ku titipkan doa dalam sebuah nama untukmu, ku selipkan pula namaku dan nama ibumu disana hingga tercipta nama indah yang menjadi harapan kebahagian kami padamu. Tak tahu berapa banyak hari ku lalui bersama ibumu, dengan segala waktu hari hari kami untuk terus menjagamu di pagi, siang, sore dan malam itu. Curahan kebahagiaan kami rasa di setiap lelah untuk terus melihat mu tumbuh, tak sabar diriku menunggu kedatangan suara mungil yang akan memanggilku Ayah. Karena-mu aku menjadi seorang yang benar benar mengerti tanggung jawab dalam hidupku. Karena-mu aku dan ibumu menjadi sebuah keluarga bahagia yang tak pernah kami tau semasa perjalanan hidup kami, Terima Kasih Anak-Ku. Aku Terus Menantimu untuk tumbuh dalam detik waktu kehidupanku. Aku Dan Ibumu Mengininkanmu, lebih dari apapun dan kami berharap seperti harapan-harapan aku dan ibumu sebelum kedatanganmu. bahwa aku percaya ibumu mampu menjadi ibu terbaik untukmu, sebagaimana ibumu percaya bahwa aku mampu menjadi ayah yang terbaik untuk mu dengan segala kekuranganku. Wahai Anak-Ku

# ~ Bersambung…. ~

_______________________________________________________________________________

Simak Juga Artikel Menarik lainnya nich Kawan :D :

–          Salahkah Aku Menyukai MU

–          Lalapan Api

–          Kontemplasi

_______________________________________________________________________________

9 thoughts on “Anak-Ku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s