Teruntukmu Kaktus Kecil

Cinta tidak bisa dinilai dengan logika, tetapi ketika cinta berhadapan dengan keadaan logika itu terbentuk. Rasa itu memang ada, rasa itu memang bertumbuh dan berakar tetapi apakah ia bisa bertahan digurun pasir. Aku tak bisa…tak bisa membahagiakannya, tak bisa memberi yang ia mau seandainya rasa yang aku miliki sama dengan rasanya. Mungkin diluar sana ada seseorang yang akan membuat dia bahagia, yang akan selalu memegang tangannya dan menariknya terbang tinggi walaupun ia takut ketinggian, seseorang yang dipersiapkan untuknya dan menyatu indah dalam genggaman tangannya.

Kau mendengarnya Kaktus Kecil, Nyanyian sedih yang tak pernah dibayangkan dalam hening dan gelapnya malam, akhirnya datang menghampirimu. Apa Kau Bersedih Kaktus Kecil ???.

Benar memang aku mendengarnya, mendengar rintihan hati tak bernyawa, membawa duka dalam hilangnya rasa bahagia. Aku bersedih, bukan karena nyanyian itu telah membuatku terkubur dalam tanah lembut itu dan harus kembali dalam gersangnya padang pasir. Sendiri, Sendiri dan Sendiri menunggu kematian yang akan membawa pada jalan takdir hingga tiba ajalku. Bukan Bukan karena itu…..

Kesedihan yang kurasa, tak sekedar hanya karena hilangnya sebuah RASA darinya. tapi karena ia memberikan pernyataan yang demikian sebelum terbentuknya ketentuan yang maha kuasa. Ia Tak Bisa, tak bisa memberikan bahagia…

Aku Bertanya apa kau tuhan yang mampu memberikan rasa bahagia,,,,

Bahagia tak hanya datang dari sebuah logika, jika kau berfikir logika mampu merusak dan menghalangi bahagia datang. kau lihat lah dibawahmu, keluarga sederhana yang hanya memiliki Rumah kardus untuk tinggal, terbawa alur jalanan di gerobak kecilnya, tak memiliki harta kecuali kebersamaan bersama dengan Pencariannya dijalanan. Berfikirlah dengan logika, dan tanyakan padanya Apakah mereka Bahagia ???.

Engkau Bisa Berharap, Engkau Bisa Meminta Tapi engkau tak akan pernah mampu menjawab rahasia kehidupan yang telah disipakan untuk MU ataupun Untuk KU. Aku Hanya sebuah kaktus Kecil yang tak berharga, tak memberi keindahan dalam setiap hari hari kecuali bertahan dari setiap apa apa untuk terus ada. Rasa Sakit, Rasa Kesendirian, Rasa Terasingkan aku pinggirkan guna untuk terus ada melihatmu dengan segala hal yang tak pantas kau terima.

Aku hanya sebuah duri yang menyakiti, tak seindah bunga malam putih bersinar dalam gemericik air mancur malam itu. Aku hanya sebuah tumbuhan liar tak bermakna dibanding ribuan rumbuh hijau yang pernah kau pijak dihari itu. dan Aku hanya sebuah Hal Kecil dibandingkan Ribuan Detik Kebahagiaan yang pernah kau jalani dalam Hari Harimu. akulah kaktus Kecilmu.

Aku menerima segala keinginanmu, Aku menerima segala harapanmu, dan Aku pun menerima Semua perlakuanMu, Tapi Satu yang tak bisa kuterima Janganlah kau potong habis tubuhku dan kau cabut akar panjang yang menancap di tanah lembut itu. Biarlah kau Pindahkanku dalam padang pasir disisi kehidupanmu, Tak mengapa aku sendiri, Tak Mengapa aku Tak lagi Melihatmu dalam lamunan syahdu malam, tak lagi mengintip Senyuman di pagi hari yang Datang Menjelang.

Aku Masih Bisa Hidup dari sisa apa yang kupunya, Aku akan bertahan dengan duri duri yang tersisa, dan Aku masih memiliki harapan dalam setiap asa di setiap bagian kecil tubuhku. Walau Padang itu akan meluapkan semua persediaan airku, walau angin debu akan menghamparkan kotoran kewajah dan tubuhku, aku akan bertahan dalam kekeringan itu dan terus menjaga harapan bahwa kau akan datang, sesekali melihatku dan ku mekarkan bunga untukmu di hari itu Untukmu.

Ku bahagia melihat dia bahagia, ku tersenyum melihat dia tersenyum, ku ada saat ia membutuhkan.

Percayalah padaku Kaktus Kecilmu, bahwa Aku Juga Begitu ^_____^

—-dan kau tau siapa “dia”

Dia adalah kaktus Kecil yang pernah datang membawa luka kecil saat pertama kali kau bertemu dengannya. Dia adalah kaktus kecil yang kau luangkan waktu untuk mendengar cerita-nya. Dia adalah kaktus kecil yang kau bawa dalam menemani setiap perjalanan Sepi Sendirimu. Dia adalah kaktus kecil yang akan memberikan Rasa Senyum walau hanya dengan Melihatnya. dan jangan Pernah Lupa, Di sisi kekeringan Padang pasir Itu… akan tetap Ada Dia Disana … —dan kau tau siapa “dia” = dialah Kaktus Kecil.

*Cerita ini hanya fiksi berlaka ^_____^

_______________________________________________________________________________

Simak Juga Artikel Menarik lainnya nich Chingu :

–          IOst. Pink Lipstick – Black Tears – Kan Jong Wook, Beige ( Lyric )

–          Install XAMPP di Windowx 7

–          Yuk Tidur Miring Ke Kanan

_______________________________________________________________________________

10 thoughts on “Teruntukmu Kaktus Kecil

  1. Ping-balik: Ost City Hunter – Meet Me Halfway – Tim Benson ( Lyric ) | ekoeriyanah

  2. Ping-balik: Teringat dan mengingat | ekoeriyanah

  3. Ping-balik: Uneg Uneg | ekoeriyanah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s