Jalan Jalan ke Kelenteng Bun San Bio

Kelenteng Bun San Bio adalah Salah Satu Kelenteng yang berlokasi di Tanggerang yang memiliki Keunikan dan Megahnya Kelenteng Tua. Beralamat di Jln Pasar Baru, Kelurahan Kranjaya Karawaci tanggerang, Kelenteng Bun San Bio pertama kali di bangung oleh seorang pedagang asal tionkok pada tahun 1689 bangungan Kelenteng bun san bio ini berbentuk Persegi panjang seluas 1.650 m2 dan telah mengalami beberapa kali renovasi hingga menjadi tempat yang biasa dikunjungi oleh wisatawan untuk melihat wisata religi sekaligus budaya peninggalan Umat Buddha dan Konghucu. Kelenteng Boen San Bio juga dikenal dengan nama lainnya yakni Vihara Nimmala dimana biasa digunakan Sebagai tempat ibadah bagi penganut Kong Hu Cu, Tao dan Budha yang lokasinya berada di Jln Pasar Baru Kranjaya Karawaci Tangerang. Memiliki Halaman Samping yang cukup Luas dimana dapat menampung banyak Kendaraan, tak hanya itu Kelenteng Boen San Bio ini juga memiliki Halaman Dalam yang luas, Megah, Sejuk dan Menenangkan.

Untuk mencapai kesana kita cukup mengikuti jalur jln Dan Mo Goot hingga masuk di kawasan tangerang, jika Sudah Sampai Pada Tangerang akan banyak jalan jalan satu arah atau Forboden. Disana kita cukup bertanya jln pasar Baru, nanti akan diarahkan ke arah yang tepat untuk sampai ke Kelenteng Bun San Bio ini (^_^). Saat Pertama Kali Datang, Kita akan melihat bangunan yang tertutup dengan warna warni khas kelenteng yakni Merah biru dan kuning, Dimana gerbang utama terdapat Papan megah bertuliskan Yayasan Vihara Nimmala Bun San Bio. Terdapat 2 patung anak Singa Kecil yang mengapit gerbang utama Kelenteng Bun San Bio ini yang bertugas menjaga halaman depan Gerbang kemudian Saat Memasuki Gerbang kita juga akan disambung 2 Patung Singa Serupa yang lebih besar yang bertugas menjaga Halaman Depan Kelenteng. Dihalaman depan kita juga akan menemukan 2 buah Pagoda pembakaran yang berdiri megah disamping penjaga patung Singa. Kemudian sepanjang jalan dari gerbang utama kita akan melihat ratusan lampion yang menempel di bagian atap jalur utama menuju Kelenteng bahkan sampai di dalam Kelenteng Bun San Bio itu sendiri.

   

Kelenteng Bun San Bio memiliki atap unik dan megah yang dijaga oleh sepasang Burung Hong atau Burung Api Phoenix yang indah, dan butiran mutiara jagad diantara 2 burung tersebut. Burung yang memiliki mitos burung abadi dimana ia tidak pernah mati karena saat ia tua dan renta maka ia akan membakar dirinya sendiri dan dari abu pembakaran tersebut akan terlahir kembali Burung Api Phoenix yang muda. Saat memasuki Kawasan Utama Kelenteng  Bun San Bio kita akan di sambut dengan sebuah Hiolo besar ( tempat meletakkan batang hio yang telah dibakar ) yang dibuat dari sejenis batu marmer berada di tengah tengah dari jalur utama pintu gerbang ke kawasan kelentengnya.

 

Memasuki kawasan tengah atau klenteng utama kita akan melihat Berbagai Arca yang ditempatkan diruang tersendiri dengan berbagai sesembahan seperti buah lampion dan lain sebagainya. Kita akan juta melihat Bedug dan tambur tua yang biasa digunakan atau di tambuh saat acara upacara arak araan yang biasa diadakan di kelenteng ini. Kita bisa memutari kawasan tengah kelenteng ini dan melihat cukup banyak tempat arca yang menarik untuk disimak.

   

Semakin masuk kedalam kita akan sedikit mendapatkan sensasi berbeda dimana tak disangka kemegahan Kelenteng Bun San Bio Terlihat disini. Terdapat Taman Indah yang menyatukan unsur unsur bumi yang menyatu jadi satu. Air, Api, Tanah dan Udara di gabungkan dalam panorama taman sunyi dan tenang di isi dengan arus gemericik air dan bakaran abu sesembahan. Kita akan melihat Sumur Sumber Rejeki dimana terdapat 8 air yang mengalir mengelilingi sumber air. Terdapat sesembahan juga diatas sumur tersebut dan saya melihat orang orang mencuci tangan mereka dengan keseluruhan air bergantian satu demi satu, walau kurang tau apa maksudnya. Taman yang tidak terlalu luas namun cukup terawat dengan baik dengan kkumpulan pohon atau tumbuhan sederhana yang tumbuh subur ditambah berbagai tempat peristirahatan atau tempat duduk yang juga disediakan cukup banyak disini. Saya menghabiskan banyak waktu disini karena memang mendapatkan suasana sejuk dan tenang hehee.

   

Ada hal menarik lainnya yang akan kita temukan di taman belakang ini, kita akan melihat Patung Dewi Kwan Im yang cukup besar setinggi 3 meter yang terletak di dinding bangunan atau ruang Dhammasala yang digunakan sebaga tempat utama bagi umat Buddha untuk melakukan Ibadahnya. Patung tersebut di lengkapi lampun yang hidup mati dan dibawahnya  terdapat Kolam ikan yang memberikan sensansi gemericik air mancur dan air terjun buatan ^_^. Berbagai patung kura kura ditugasnya menjaga kolam tersebut dan air mancung berbentuk ikan yang sedang loncat mengeluarkan air dari mulutnya membuat tempat ini semakin unik.

   

Tak jauh dari tempat tersebut terdapat Pendopo Pecun di bagian belakang Kelenteng Bun San Bio. Pecun adalah sebuah upacara di Cina yang secara tradisional melambangkan penghormatan bagi jasad Tokoh yang berpengaruh dan meninggal tenggelam di Sungai Cina. Pecun sendiri adalah sebuah upaya pencarian yang dilakukan dengan menggunakan perahu dayung berbentuk Naga. Karena itu Pendopo Pecun ini dijaga 4 Patung naga dengan warna berbeda dan di kanan dan kirinya merupakan naga besar yang melilit dan berada di atas kepal dayung. Tak jauh disana tepat disampingnya juga kita akan melihat sebuah makam keramat, saya agak lupa namanya (^_^”).

   

Makam Kramat di Kelenteng Bun San Bio

Makam Kramat di Kelenteng Bun San Bio

Semakin Ke ujung belakang dari belakang kita akan menemukan tempat luas santai dan disedikan banyak meja dan bangku yang asri dengan dinding yang berlukiskan padang dan berbagai binatang khas Tionkok dan terdapat ornamen atasnya terdapat gantungan yang sangat khas mengingatkan kita pada klan tiongkok China. Terdapat tempat untuk menikmati teh gratis sambil menikmati sejuknya sepoy angin yang datang, membuat kita melupakan panasnya Ibu kota. Terus kedalam kita akan menemukan Toilet yang disedikan secara baik. Bagus Rapi dan bersih dan untuk menuju kesana kita akan menelurusi lorong yang dibuat dengan tanaman rambat yang mencapai diatas nya membuat kesejukan dan menarik tempat ini. Banyak buah yang sudah tumbuh seperti pare dan pete cina mungkin ya yang merupakan rambatan tanaman yang dibuat sebagai penghias lorong menuju toilet.

    

   

Secara Umum Wisata Religi Ke Kelenteng ternyata Cukup Menyenangkan, Bisa menjadikan Alternatif lain untuk jalan jalan guna menghilangkan berbagai kepenatan ibu kota. Mungkin kedepan Wisata kelenteng juga akan kita jadikan kategori review jalan jalan kita yang ternyata udah lama banget gak dibahas disini hehee, mendampingin wisata masjid yang juga sebagai kategori jalan jalan wisata religi. Nah Mungkin kedepan kita akan sering bahas wisata jalan jalan lagi untuk menghiasi Blog EkoEriyanah ini loch, Jati Tetap Setia di EkoEriyanah Personal Blog Ya hee. See You Next Post

Salam Semangat – Eko Eriyanah

_______________________________________________________________________________

Simak Juga Artikel Menarik lainnya nich Kawan :

–          Asikkk Yang Mau Jalan Jalan Ke Korea

–          Jalan Jalan ke Masjid Al Azhar Jakarta Timur

–          Jalan Jalan Ke Taman Suropati

_______________________________________________________________________________

6 thoughts on “Jalan Jalan ke Kelenteng Bun San Bio

  1. Ping-balik: Ost. Pink Lipstick – You Again – Kan Jong Wook ( Lyric ) | ekoeriyanah

  2. Orng tangerang toh. Ya tau klenteng ini dan penasaran bnt sama isinya, wow ternyata bagus, thanks udh sharing fotonya

  3. Ping-balik: Uneg Uneg | ekoeriyanah

  4. Ping-balik: Melihat Honda Motor GP lebih Dekat | ekoeriyanah

  5. Ping-balik: Jalan Jalan Ke Rindu Alam Puncak Pass | ekoeriyanah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s