Pergi dari Cahaya Cinta Keajaiban Tingker-bell

Secercah Cahaya datang dalam kehidupan, membawa tawa dan senyuman, memberikan keajaiban dalam setiap pengalaman. Hari demi hari berlalu sang peri membawaku keajaiban pertama untukku dapat terbang, mengelilingi tanah keajaiban “Wonderland“. Disana aku melihat Mimpi dan angan angan indah layaknya di negeri Dongeng Anak Anak yang selalu ku mimpikan di setiap malam. Disana malam-malam tidurku berlalu melihat Indahnya Sungai Nil, Megahnya taj Mahal, Tingginya Menara Petronas, dan Indahnya Malam Malam dihiasi bunga Sedap Malam beserta Gemericik air warna warni. Ku Bercerita, Ku Tertawa, Ku Berlari, Ku Menari, dan kutinggalkan dunia nyata untuk pergi bersama nya.

Cahaya itu datang membawa terangnya dunia, namun tak pelak ia hanya datang di malam hari. tak mampu datang setiap hari karena ia adalah seorang peri, Peri yang mengajariku berlari, Peri yang membawa warna warni, Peri yang memberikan alasan untuk bangun pagi dalam keputusasaan dan kemalasan. Peri yang memberikan alasan, peri yang mampu datang dan pergi sekehendak hati, Dialah Periku sang pemilik hati

Goresan Pena Diary diatas adalah mulai sebuah Kisah Cinta yang akan tercerita di hari ini. Kisah Cinta 2 Insan berbeda dalam untaian tali Persahabatan dan harapan, dan disini aku memulai kisahnya “TINGKER-BELL“. Tinggal Sebuah anak manusia yang hidup dalam sepi dan kesendirian, tak pernah mengharapkan keceriaan datang karena dia menerima semua apa apa yang diberikan tuhan. ia memiliki sebuah mimpi untuk bertemu seorang peri, peri yang mampu membawanya terbang melintasi bumi yang membatasinya dengan dunia yang ia tinggali.

Suatu ketika sebuah cahaya datang kepada ku dimalam hari membangunkanku  dan saat itu Aku aku berteriak dan berlari karena melihat sesosok wanita cantik bercahaya kecil mungil terbang di hadapanku. Aku takut.. sekali lagi aku takut hingga ia tersenyum dan berkata “jangan takut kepadaku , karena aku tak menyakiti“. Senyum itu tak seperti senyuman, senyum kala itu seperti ada kesedihan, kesedihan yang sama dengan apa yang kurasakan dan karenanya, aku pun berteman dengannya. Aku ( Peter ) dan Peri Kecil yang ia berkata bahwa namanya adalah “TINGKER-BELL“.

Pertemanan kami dimulai, malam demi malam ia datang dan pergi, bahkan sesekali kutunggu malam hanya untuk melihatnya walau ia tak kunjung hadir saat itu. dan pertemanan itu membawa perasaan beda dalam kehidupanku selama ini, Kehidupan sepi dan terlindungi dari dunia yang seolah layaknya hutan liar yang menakutkan. Bersama kedatangannya aku melihat persamaan, bersama kedatangannya aku melihat persahabatan yang membaha cahaya terang.

Sampai suatu hari ia mengajakku terbang, menemaninya di dunia yang kini aku sebut ia Wonderland. Dunia yang sama dengan aku tinggali, hanya berbeda karena ada dia disana bersamaku. Taman Wonderland pertama yang kukunjungi saat itu membawa kisah sedih yang aku ceritakan dalam hidupku, disana kami saling berbagi cerita bagaimana kehidupan manusia biasa dan bagaimana kehidupan peri cahaya sepertinya.

tak pelak pertemananku berjalan dan merubahnya menjadi persahabatan dua insan berbeda. Persahabatan yang saling mendukung dalam kehidupan, persahabatan yang saling menarik saat ia terperanjak jatuh, persahabatan yang senang dalam setiap perjalanan terbang di dunia “Wonderland” bersamanya.

Rasa Datang dalam setiap detik kebersamaan ku bersamanya, rasa datang saat tak ada secuilpun kabar darinya, rasa datang saat tak ada raut wajah cahaya yang bisa kulihat padanya. Saat semua berjalan hingga waktu yang lama aku sadar aku menjatuhkan rasa padanya. Rasa yang tak seharusnya ada, Rasa yang sebenarnya tidak boleh ada, Rasa yang benar benar memberikan rasa bahagia walau itu dalam derita.

Cahaya Cinta dari Keajaibannya datang dan singgah dalam hari hariku, dan tak pelak membuatku bertanya apakah aku mampu terus mengukir cerita disana. cerita yang membuat kebahagiaan dan senyuman. pertanyaan demi pertanyaan aku hadirkan di hari hari cerah pagi siang dan soreku namun hilang saat malam menjelang karena ia datang disaat itu. aku tak tahu harus bagaimana harus aku meraihnya, kehidupan yang seolah hanya sebuah impian di malam hari. karena saat hari hari cerah datang aku melihat perbedaan dan batas antara impian dan kenyataan.

Impian yang begitu indah dipandang dan dirasakan, tapi sekali lagi itu hanya sebuah impian. karena saat pagi menjelang kulihat jurang lebar melintang dalam kehidupanku dan impian tersebut. Sebagaimana manusia dan peri yang di pisahkan dunia kenyataan dan dunia dongeng, aku sadar aku mencintainya tapi kenyataan bahwa aku seorang manusia yang tinggal di dunia nyata tak mampu aku elakkan. Aku tak ingin menyakitinya, aku tak ingin melihat sedih dalam raut wajahnya karena ia datang membawa senyum dan ku tak berharap ia pergi dalam kesedihan.

cinta

Di Dunia aku melihat cinta lain yang menyambutku dengan keikhlasan, Cinta yang memungkinkanku berjalan dalam balutan Sunnah Rasulullah yang aku banggakan. Cinta yang memungkinkan diriku mendapatkan Ridho Allah SWT di dunia realita kenyataan. Saat dalam kabut aku samar melihatnya, namun seolah perlahan angin menyingkap tabir kabut gelap yang menyelimutinya. dia seorang peri dalam dunia nyata, dia adalah realita yang mampu kupegang dan kuajak pergi bersama dalam menggapai Surga.

dan aku pun memohon dalam setiap doa dan sujudku

” Jika apa apa yang kutetapkan baik untuk ku maka aku berharap Allah memudahkan jalanku kepadanya, namun jika apa apa yang kutetapkan buruk untuk ku  maka aku berharap Allah menjauhkan jalanku dari padanya “

Cahaya Cinta Tingkerbell terus ada dalam dunia malamku, tapi ia tak mampu hadir dalam cahaya mentari kehidupan duniaku. hingga akhirnya aku mulai pergi dari Cahaya Cinta Keajaibah Tingker-bell. Berjalan dalam realitas sederhana yang mampu ku lewati dalammenggapai Sunnah Rasulullah dan Ridho Allah SWT.

Dan dalam cahaya pagi, ku berharap Jika cahaya itu ku tinggalkan. Aku masih bisa melihat keajaiban dalam kehadirannya di Dunia Nyata kehidupanku Aamiin Allahumma Aamiin.

Salam Semangat EkoEriyanah

___________________________________________________________________________

Simak Juga Artikel Menarik lainnya y d(^0^) :

–          Kontes Foto Gaya Miring #LagiKO Mizone

–          Keberanian dan Optimisme

–          Hidup Adalah Sebuah Pilihan

___________________________________________________________________________

5 thoughts on “Pergi dari Cahaya Cinta Keajaiban Tingker-bell

  1. Ping-balik: Foto Berbicara – Langit Sore Jakarta | ekoeriyanah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s